Dua Jembatan Putus dan Fondasi Gedung PAUD Longsor di Bondowoso Diterjang Luapan Sungai
TRC BPBD Bondowoso meninjau jembatan putus di Desa Gubrih, Kecamatan Wringin.(Foto: BPBD Bondowoso).--
Tapalkuda.Disway.id- Dua jembatan putus dan fondasi gedung PAUD longsor di Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Bondowoso diterjang luapan air sungai tersumbat pohon sengon besar. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras menerjang wilayah Kecamatan Wringin Bondowoso sejak Jumat (20/2/2026) malam hingga Sabtu (21/2/2026) pagi.
Kepala Desa (Kades) Gubrih, Kecamatan Wringin, Abdul Bari menjelaskan, dua jembatan putus diterjang luapan sungai itu dibangun swadaya warga pada 2022.Jembatan pertama berukuran panjang 20 m, lebar 1,5 m dengan tinggi 3 m dan jembatan kedua panjang 12 m, lebar 1,5 m dengan tinggi 2,5 meter.
"Dua jembatan itu akses utama warga Desa Gubrih menuju area persawahan. Sehingga, warga nantinya terpaksa menyeberangi sungai menuju area persawahan, karena pembuatan jembatan darurat belum memungkinkan, mengingat debit air sungai masih tinggi dan arusnya sangat deras," jelasnya, Sabtu (21/2/2026).
Selain memutuskan dua jembatan, imbuh Abdul Bari, luapan sungai mengakibatkan bagian fondasi gedung PAUD di Desa Gubrih longsor. Dampaknya beberapa dinding gedung PAUD mengalami retak.
"Peristiwa dua jembatan putus dan fondasi gedung PAUD longsor ini tidak ada korban jiwa. Karena terjadi sore hari menjelang buka puasa saat warga di rumah dan tidak ada aktivitas di gedung PAUD," imbuhnya.
Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen. Mereka juga menyalurkan bantuan peralatan seperti sekop dan terpal guna mendukung gotong royong warga menangani pohon sengon besar dan sampah menyumbat arus sungai.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,karena wilayah Bondowoso dari prediksi BMKG masih diterjang hujan deras hingga akhir Februari 2026. Masyarakat juga segera melapor ke BPBD jika terjadi potensi bencana sehingga langkah penanganan cepat dilakukan," kata Kristianto, Sabtu (21/2/2026).(*).
Sumber: