Jumat Sehat dan Bersih di Panti, Bantaran Sungai Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau

Jumat Sehat dan Bersih di Panti, Bantaran Sungai Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau

Jumat Sehat dan Bersih di Panti, Bantaran Sungai Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau--

TAPALKUDA.DISWAY.ID – Semangat kolaborasi lintas sektoral tampak dalam kegiatan “Jumat Sehat dan Bersih” yang digelar pada Jumat, 7 April 2026, di Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Kegiatan ini melibatkan tujuh desa dengan dukungan berbagai unsur, mulai dari Muspika, KUA, Puskesmas, hingga Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) wilayah Rambipuji.

Kegiatan dipusatkan di bantaran sungai Desa Panti yang kini mulai ditata menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata gratis bagi masyarakat sekitar maupun warga Jember secara umum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti peserta lintas sektoral dari tujuh desa. Setelah itu, dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, kemudian ditutup dengan aksi bersih-bersih sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., yang hadir didampingi Kepala Desa Panti Suroso serta Koordinator Sumber Daya Air (SDA) atau Korsda wilayah Rambipuji, Mohamad Yasin, S.AP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini kami awali dengan senam bersama lintas sektoral dari tujuh desa, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan diakhiri dengan kerja bakti membersihkan sungai,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini wilayah Panti kerap dikaitkan dengan potensi bencana seperti banjir dan angin kencang. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengubah pola pikir masyarakat dengan menggali potensi yang ada, salah satunya keberadaan sungai.

“Selama ini mindset kita selalu dikaitkan dengan potensi bencana. Kami ingin mengubahnya dengan menggali potensi yang dimiliki, di antaranya sungai. Sungai tidak hanya berfungsi sebagai pengairan, tetapi juga bisa menjadi sarana rekreasi, tempat beristirahat, sekaligus memberikan kehidupan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sungai, agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Bentuk terima kasih kepada alam tidak hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dengan menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai sungai menjadi tempat pembuangan sampah. Jika alam kita jaga, maka alam juga akan menjaga kita,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus mendorong pemanfaatan bantaran sungai sebagai ruang publik yang bermanfaat dan bernilai ekonomi di masa mendatang. (*)

Sumber: