Jembatan Putus di Sukorambi Jadi Sorotan Pusat, Ini Rencana Besar PUPR

Jembatan Putus di Sukorambi Jadi Sorotan Pusat, Ini Rencana Besar PUPR

Jembatan Putus di Sukorambi Jadi Sorotan Pusat, Ini Rencana Besar PUPR!--

TAPALKUDA.DISWAY.ID – Jembatan yang putus akibat banjir pada Februari lalu di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun langsung ke lokasi pada Kamis (23/4/2026) untuk meninjau kondisi terkini sekaligus menyiapkan langkah penanganan.

Dalam kunjungan tersebut, hadir Kepala Bidang Pembangunan Jalan BBPJN Jawa Timur–Bali, Andre Saha Tua Sirait, S.T., M.T., bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi Jawa Timur di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Satiya Wardana, S.T., M.T.

Andre Saha Tua Sirait mengungkapkan bahwa jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Darungan tersebut putus akibat terjangan banjir, sehingga memutus akses warga setempat. Kondisi ini pun mendapat atensi langsung dari Menteri PUPR hingga Direktorat Jenderal Bina Marga.

“Ini menjadi perhatian langsung dari pimpinan. Kami ditugaskan untuk turun ke lapangan, mengecek kondisi, dan memastikan jembatan ini bisa kembali difungsikan agar masyarakat dapat beraktivitas normal,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Kementerian PUPR saat ini melakukan pembersihan lokasi dari material sisa banjir, termasuk sedimentasi yang menumpuk di sekitar area jembatan. Normalisasi aliran sungai juga menjadi bagian dari penanganan awal.

Selanjutnya, tim akan melakukan kajian teknis untuk menentukan apakah jembatan yang ada masih dapat diperbaiki atau perlu dibangun ulang.

“Kami masih mendiskusikan opsi terbaik. Jika struktur masih memungkinkan, akan dilakukan penguatan dan perbaikan. Namun jika tidak, kami akan membangun jembatan perintis sebagai solusi sementara,” jelasnya.

Untuk jangka panjang, pembangunan jembatan permanen juga telah masuk dalam rencana. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan jembatan gantung. Meski demikian, proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Karena itu, kami tidak ingin akses warga terganggu terlalu lama. Jembatan perintis akan menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat segera pulih,” tambah Andre.

Pengerjaan fisik ditargetkan mulai dalam dua hingga tiga minggu ke depan, setelah proses pembersihan dan penentuan langkah teknis selesai dilakukan.

“Minggu depan akan kami putuskan langkah yang diambil. Saat ini kami fokus pada pembersihan dan normalisasi sedimen,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PUPR juga akan berkoordinasi dengan TNI untuk mendukung kelancaran pekerjaan, termasuk dalam pengamanan dan pembentukan satuan tugas (satgas) jembatan.

Dengan adanya langkah cepat ini, diharapkan akses transportasi warga Desa Jubung dan sekitarnya dapat segera kembali normal setelah sempat terputus selama beberapa waktu. (*)

Sumber: