Charles Meikyansah: Nilai Pancasila adalah Ruh dari Ekonomi Kerakyatan
--
JEMBER, KOMPAS.com — Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai NasDem, Dr. H. Charles Meikyansah, S.Sos., M.I.Kom, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Hotel Aston Jember, Jawa Timur, Senin (16/2/2026).
Acara yang berlangsung taktis mulai pukul 07.00 hingga 11.15 WIB ini mengonsolidasikan 150 peserta yang merupakan representasi penggerak akar rumput dari Kecamatan Kaliwates dan Kecamatan Sumbersari. Mereka terdiri dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tokoh masyarakat, hingga pegiat sosial lokal.
Legislator yang duduk di Komisi XI DPR RI ini menegaskan, penguatan ideologi di tingkat lokal merupakan benteng utama dalam menjaga stabilitas nasional, terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Menurut Charles, elemen masyarakat seperti pelaku UMKM dan aktivis sosial bukan sekadar penggerak roda ekonomi, melainkan juga instrumen penjaga kohesi sosial.
"Nilai gotong royong dalam Pancasila itu konkret, contoh nyatanya adalah ekonomi kerakyatan yang digerakkan oleh bapak-ibu sekalian. Ketika UMKM kita saling menopang dan tokoh masyarakat aktif menjaga kondusifitas lingkungan, di situlah Empat Pilar bekerja secara nyata," ujar Charles di hadapan seratusan peserta, Senin pagi.
Sentralisasi Nilai di Kawasan Urban
Acara dibuka sejak pukul 07.00 WIB dengan registrasi formal dan sarapan bersama, sebelum dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pemilihan kawasan Kaliwates dan Sumbersari sebagai basis peserta dinilai strategis mengingat kedua kecamatan tersebut merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan mobilitas sosial urban di Jember.
Dalam pemaparan materinya, Charles mengupas tuntas tantangan kontekstual dalam mengimplementasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menggarisbawahi pentingnya keadilan sosial dan pemerataan ekonomi yang menjadi domain kerja Komisi XI.
Aspirasi Penguatan Regulasi dan Sektor Mikro
Diseminasi yang berlangsung selama empat jam ini tidak berjalan satu arah. Pada sesi interaksi pukul 09.45 WIB, forum dinamis ini dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi terkait akses permodalan serta penguatan kapasitas komunitas keagamaan dan sosial di Jember.
"Kita butuh integrasi yang kuat antara pemahaman regulasi negara dan aplikasi di lapangan. Masukan dari pegiat sosial dan pelaku usaha di Jember hari ini akan menjadi catatan penting kami di parlemen," tambah legislator perwakilan Dapil Jawa Timur IV (Jember-Lumajang) tersebut.
Setelah pembagian buku materi edukatif resmi dari MPR RI dan perumusan komitmen bersama untuk menjaga iklim kondusif di wilayah urban Jember, agenda ditutup tepat pukul 11.15 WIB dengan sesi foto bersama.
Sumber: