TAPALKUDA.DISWAY.ID - Pasokan pupuk petani di wilayah Kabupaten Jember kini tersendat. Tersendatnya pasokan pupuk ini, menurut Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto, disebabkan karena memang ada kendala dari pabrik yang mengalami kendala dan karena keadaan cuaca.
"Memang didapat informasi dari Pupuk Indonesia, pasokan pupuk di Jember ada kendala," tegasnya. Meski begitu, anggota dewan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Pasalnya, beberapa langkah telah dilakukan, dan diperkirakan dalam seminggu ke depan, pasokan pupuk bisa lancar kembali.
"Pihak Pupuk Indonesia telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar pasokan pupuk lancar kembali, ungkapnya. Untuk itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pupuk Indonesia.
Dijelaskan, berdasarkan informasi dari Pupuk Indonesia, pasokan pupuk tahun 2026, sebesar 124 ribu ton. Pasokan ini, turun dari tahun 2025. "Penurunannya sekitar 9 persen," ujarnya. Namun data tersebut masih bisa berubah mengingat Pemkab Jember tengah melakukan pemutakhiran data melalui RDKK. Ini disinyalir, banyak petani yang belum masuk daftar RDKK.
"Seperti petani di Kelurahan Kranjingan, ada ratusan petani tidak masuk RDKK," tegasnya. Maka dari itulah, Candra juga berharap, masyarakat mengecek kembali apakah namanya sudah masuk dalam daftar RDKK apa belum. Dijelaskan, pupuk yang tersendat alokasinya adalah pupuk Urea dan NPK.
Dari data alokasi pupuk tahun 2026, kini baru terserap sekitar 10 persen dari sekitar 175 ribu petani yang masuk dalam daftar RDKK.
Candra melihat perlu ada pengawasan ketat dari semua pihak agar tidak terjadi penyelewengan dalam penyaluran pupuk subsidi di lapangan. Sehingga harga pupuk tetap dijual dengan harga eceran tertinggi (*)