Berdiri Disamping Selokan, SPPG Semeru Jember Banjir dan Tak Operasi

Kamis 29-01-2026,17:37 WIB
Reporter : Sugianto
Editor : Winardi Nawa Putra

TAPALKUDA.DISWAY.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Semeru Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari Jember yang berdiri disamping selokan terendam banjir.

Bahkan terlihat dilokasi, SPPG Semeru tersebut juga memanfaatkan ruang berdiri diatas selokan, hingga diduga mengakibatkan hingga air hujan meluap dan memasuki ruang SPPG.

Dari kejadian itu, SPPG terpaksa berhenti beroperasi karena mengalami kebanjiran dan seluruh ruang serta alat-alat hingga sejumlah barang seperti nota atau buku-buku juga terendam air hujan.

Bahkan saat sejumlah wartawan saat hendak mengambil gambar, pihak SPPG Semeru sedang mengevakuasi barang-barang keluar dan tidak berkenan untuk diberitakan.

"Mohon maaf, sementara kita tidak bisa menerima tamu, karena masih repot," kata pria yang diketahui bernama Giono, Kamis (29/1/2026).

Sedangkan, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menyampaikan, saat kejadian banjir kemarin sore telah mendatangi lokasi bersama Danramil dan Kapolsek serta jajaran.

"Kemarin kami sempat kesana, hujan-hujan itu. Kita bersama yang lain juga bersih-bersih," ujarnya.

Namun Deni belum bisa memastikan sampai kapan SPPG tersebut berhenti beroperasi. Bahkan ia berencana kedepan akan memanggil pihak SPPG.

"Karena terkena banjir dan hal-hal lain, tak panggil pihak SPPG nya bersama muspika. Dalam waktu dekat harus segera diselesaikan dan beroperasi kembali. Kami masih menunggu laporan lengkap dari kepala SPPG nya, dan siang ini bisa berkonfirmasi," jelasnya.

Camat belum bisa memastikan, apakah penyebab banjir tersebut karena berada di samping selokan, yang tidak mampu menampung air. "Iya memang disitu, penempatannya. Kami gak berani menyimpullkan itu," bebernya.

Sedangkan Danramil Sumbersari, Kapten Inf Bambang Hari Mardiyanto menambahkan, memang saat hujan lebat tadi malam membuat sungai kecil pelindu meluap.

"Sempat terendam, saya ngubungi kepala dapur agar segera menghubungi sekolah-sekolah yang menerima manfaat, untuk besok hingga 2 atau 3 hari kedepan," urainya.

"Biat pembersihan dan steril lagi. Jadi supaya ini dihentikan dulu, dari pada nanti berpengaruh pada sajiannya. Termasuk ompreng juga harus dibersihkan, steril," lanjutnya.

Bambang meminta untuk menghentikan, karena kalau tidak steril kuatir berpengaruh kepada pemerima manfaat. Bahkan ia sebelumnya sudah mengantisipasi, agar pembuangan air depan RTH perlu diperlancar. "Baru kali ini (banjir). Sebelumnya tidak pernah," imbuhnya. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait