43 Dapur SPPG MBG Beroperasi di Bondowoso, BGN Sebut Baru 15 Dapur Kantongi SLHS
Wakil Ketua BGN RI, Nanik S Dayeng mengungkapkan 43 dapur SPPG MBG beroperasi di Bondowoso belum semua kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. (Foto:Guido/Disway.id) --
Tapalkuda.Disway.id- Badan Gizi Nasional (BGN) RI mengungkapkan hingga Januari 2026 di Bondowoso telah beroperasi sebanyak 43 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, 43 dapur SPPG ini belum semuanya mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan keamanan menu MBG.
Wakil Ketua BGN RI, Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan hal tersebut saat memaparkan hasil evaluasi dapur SPPG MBG di Aula Hotel Ijen View Bondowoso, Senin (26/1/2026). "Dari 43 dapur SPPG yang beroperasi di Bondowoso hingga Januari 2026, baru 15 dapur SPPG telah mengantongi SLHS," ungkap Nanik Deyang.
Sisanya sebanyak 28 dapur SPPG, sambung dia, masih proses pengurusan persyaratan mendapatkan SLSH di Dinas Kesehatan Bondowoso. Persyaratan wajib dipenuhi dapur SPPG meliputi uji laboratorium keamanan pangan, pelatihan atau kursus penjamah makanan bagi relawan, dan wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
"Semua persyaratan itu harus dipenuhi dapur SPPG untuk mengantongi SLHS. Jika tidak memiliki IPAL dan bangunan tidak sesuai standar, kelayakan dapur SPPG bisa digugurkan dan bisa diminta dibongkar untuk dibangun ulang," ujar perempuan asal Madiun, Jatim itu.
Nanik Deyang menegaskan, BGN mewajibkan seluruh dapur SPPG yang beroperasi segera mengurus dan memiliki SLHS dengan batas waktu sebulan menyelesaikan seluruh proses perizinan. Sedangkan, dapur SPPG baru beroperasi, pendaftaran mendapatkan SLHS maksimal sebulan setelah menerima anggaran dan memulai kegiatan.
"Apabila ketentuan itu tidak dipatuhi, BGN memberikan sanksi tegas, berupa penghentian sementara operasional dapur. Dapur SPPG tidak mendaftarkan mendapatkan SLHS kami suspend atau penghentian sementara selama seminggu," tegas mantan wartawan Tabloid Bangkit itu.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menghadiri pemaparan evaluasi dapur SPPG MBG mengatakan, total kuota dapur SPPG di Bondowoso yang diberikan BGN sebanyak 93 dapur. Namun, hingga Januari 2026 baru terbentuk dan beroperasi sebanyak 43 dapur SPPG tersebar di sejumlah kecamatan di Bondowoso.
"Beroperasinya 43 dapur SPPG di Bondowoso ini berdampak pada meningkatnya pemanfaatan hasil pertanian dan produk UMKM lokal sebagai pemasok utama program MBG. Karena itu, saya minta dapur SPPG di Bondowoso memenuhi ketentuan yang ditetapkan BGN," kata Bupati Hamid. (*)
Sumber: