Ngeri! Longsor Tebing Klungkung Makin Parah, Jarak Tebing Sama Rumah Hanya Sekitar Satu Meter

Ngeri! Longsor Tebing Klungkung Makin Parah, Jarak Tebing Sama Rumah Hanya Sekitar Satu Meter

Kondisi rumah warga di Klunkung yang hanya berjarak satu meter dari tebing yang longsor--

TAPALKUDA.DISWAY.ID – Kondisi longsoran tebing di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, tepatnya di RT 04 RW 10, semakin parah. Longsoran kembali terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 10.05 WIB. Tebing setinggi kurang lebih 100 meter dengan panjang sekitar 150 meter dilaporkan ambrol kembali secara tiba-tiba. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena jarak antara tebing yang longsor dengan rumah warga kini hanya berjarak satu meter.

Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh perubahan aliran sungai yang menggerus bagian bawah tebing hingga mengalami longsor. Kondisi ini membuat struktur tanah menjadi labil dan rentan runtuh sewaktu-waktu.

M. Taufik, warga setempat yang juga menjabat sebagai Ketua RT 04, mengungkapkan bahwa longsor sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun, kejadian terakhir berlangsung secara mendadak meski tanpa hujan.

“Longsor ini sudah lama terjadi. Tapi yang terakhir ini tiba-tiba sekali, padahal tidak sedang hujan,” ujarnya.

Hal yang membuat warga semakin khawatir adalah munculnya getaran kecil yang kerap dirasakan saat hujan turun. Getaran tersebut diduga menjadi tanda adanya pergerakan tanah di area tebing.

“Kalau hujan, sering terasa seperti ada getaran kecil. Itu yang membuat warga semakin waspada,” tambahnya.

Material longsoran bahkan sempat menutup aliran sungai, sehingga berpotensi menimbulkan dampak lanjutan apabila tidak segera ditangani. Saat terjadi hujan deras disertai banjir, warga yang tinggal di sekitar lokasi diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kalau hujan besar dan banjir, warga langsung disuruh mengungsi ke rumah yang jauh dari lokasi longsor,” jelasnya.

Saat ini, sedikitnya 11 kepala keluarga (KK) yang berada di sekitar titik longsor telah bersiap untuk direlokasi guna menghindari risiko yang lebih besar jika longsor susulan terjadi.

Warga berharap adanya langkah cepat dari dinas terkait, khususnya dalam mengembalikan aliran sungai ke jalur semula agar tidak terus menggerus tebing dan memicu longsor di masa mendatang.

“Kami berharap aliran sungai bisa dikembalikan seperti semula supaya tidak terjadi longsor lagi,” ujar M. Taufik.

Hingga kini, warga setempat masih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun, mengingat potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi. (*)

Sumber: