Kakek di Situbondo Hilang Saat Menggembala Sapi di Hutan Taman Nasional Baluran
Gabungan anggota BPBD Situbondo, TNI, Polri, relawan, dan SAR Banyuwangi mencari kakek 68 tahun hilang di hutan TNB Situbondo.(Foto: BPBD Situbondo)--
Tapalkuda.Disway.id- Seorang kakek dilaporkan hilang saat menggembala sapi di hutan Taman Nasional Baluran (TNB) Situbondo, Jawa Timur. Kakek bernama Suwardi, 68 tahun warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo ini menggembala sapi sejak Sabtu 4 April 2026 sore, namun belum ditemukan hingga Senin (6/4/2026) siang
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, kakek Suwardi menggembala sapi di hutan TNB, Sabtu (4/4/2026) sore dan tidak pulang ke rumah hingga Minggu (5/4/2026) pagi. Keluarga kakek Suwardi melaporkan ke BPBD yang langsung ditindaklanjuti dengan pencarian.
"Pencarian dilakukan. Minggu pagi hingga sore dengan melibatkan anggota BPBD, TNI, Polri, relawan, dan SAR Banyuwangi. Namun, keberadaan kakek Suwardi ditemukan, sehingga pencarian dilakukan lagi Senin hari ini," kata Puriyono, Senin (6/4/2026.
Dari keterangan keluarga, dia mengungkapkan, kakek Suwardi dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit khusus. Korban juga sempat bertemu seorang warga desa bernama Hosen, saat hendak menggembala sapi di hutan TNB.
"Jadi, penyebab kakek Suwardi hilang saat menggembala sapi di hutan TNB belum diketahui dan masih dalam penyelidikan polisi. Fokus kita sekarang mencari keberadaan kakek Suwardi," ungkapnya.
Puriyono meminta warga sekitar hutan TNB membantu pencarian keberadaan kakek Suwardi. Yakni, dengan melaporkan ke BPBD atau TNI dan Polri terdekat jika menemukan orang lanjut usia dengan tinggi badan sekitar 165 cm, rambut keriting pendek, badan kurus, dan kulit sawo matang mengenakan kaos loreng TNI AL dan celana training biru.
"Jika ada warga menemukan orang dengan ciri-ciri itu dalam kondisi apa pun, segera informasikan ke BPBD Situbondo atau pihak berwajib TNI dan Polri terdekat. Harapan kami, keberadaan kakek Suwardi segera ditemukan dalam kondisi hidup," ujarnya.
Untuk diketahui, warga desa di Kecamatan Banyuputih Situbondo sudah turun-temurun menggembala ternak sapi di kawasan hutan TNB. Pagi pergi menggembala sapi dan sore pulang membawa sapi dari hutan TNB. Bahkan, ternak sapi sering ditinggalkan di dalam hutan TNB.(*)
Sumber: