Banjir Luapan Sungai di Situbondo Rendam 6.155 Rumah di Lima Kecamatan

Jumat 23-01-2026,09:31 WIB
Reporter : Guido Saphan
Editor : Winardi Nawa Putra

Tapalkuda.Disway.id- Banjir luapan sungai menerjang lima kecamatan di Situbondo, Jawa Timur. Banjir terjadi setelah sungai tidak mampu menampung guyuran hujan di Situbondo selama empat hari beruntun, Minggu (19/1/2026) hingga Rabu (21/1/2016) siang sampai malam.

Kepala BPBD Situbondo, Timbul Surjanto mengatakan, banjir luapan sungai menerjang lima kecamatan terjadi  Rabu (21/1/2026) malam mulai sekitar  pukul 22.00 WIB. Lima kecamatan itu, yakni Besuki, Banyuglugur, Bungatan, Mlandingan, dan Kendit.

"Sebanyak 6.155 rumah tersebar di sejumlah desa pada lima kecamatan terdampak banjir luapan sungai, dengan terbanyak di Kecamatan Besuki sebanyak 3 ribu rumah," kata Timbul Surjanto, Kamis (22/1/2026). 

Banjir luapan sungai menerjang lima kecamatan itu, menurut dia, berangsur surut Kamis pagi begitu hujan reda pada Rabu dini. Meski begitu, warga belum bisa beraktivitas seperti biasanya, karena harus membersihkan lumpur sisa banjir luapan sungai menggenangi rumahnya.

"Tapi, kami mengimbau masyarakat, khususnya di lima kecamatan yang  baru diterjang banjir luapan sungai selalu waspada saat turun hujan. Karena, saat ini hujan masih terus menerjang seluruh wilayah kecamatan di Situbondo," ujar mantan Kepala Dinas Sosial Situbondo itu.

Tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tambah Timbul Surjanto, banjir luapan sungai juga menggenangi Jalan Raya Pantura Situbondo di Kecamatan Besuki dan Banyuglugur. Bahkan, arus lalu lintas Jalur Pantura Situbondo di dua kecamatan itu sempat macet, Rabu (21/1/2026) malam hingga dini. 

"Namun, arus lalu lintas Jalur Pantura Situbondo   kembali normal pada Kamis dini, begitu banjir surut setelah hujan reda. Banjir luapan sungai di lima kecamatan ini dengan ketinggian air mencapai satu meter," tambahnya. (*)

 

Tags :
Kategori :

Terkait